The Smoking Popes

The Smoking Popes, Tumbuh Berkembang bersama Musik Sedari Dini

  • By:
  • Jumat, 27 November 2020
  • 153 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Jika Washington DC jadi tempat berkembang dan meluasnya hardcore, Chicago bisa dibilang memiliki sejarah yang cukup kuat untuk para musisi yang lebih cenderung menggeluti musik di genre emo dan pop punk. Salah satu band yang berasal dari kawasan tersebut dan dikenal sebagai sebuah band pop punk dengan karakteristik tersendiri adalah The Smoking Popes. Karakteristik yang mudah diidentifikasi dari permainan musik The Smoking Popes adalah teknik vokal yang lebih mendayu dan melankolis daripada kelompok musik pop punk dan emo lainnya yang cenderung penuh penekanan dan emosi. 

Terbentuk di tahun 1991, The Smoking Popes lahir sebagai proyek bermusik bagi Caterer bersaudara, di antaranya adalah Matt, Josh, dan Eli. ketiga bersaudara pendiri The Smoking Popes tersebut tumbuh besar di lingkungan keluarga yang menggemari karya-karya musisi pop/jazz legendaris seperti Frank Sinatra dan Tony Bennett. Kedua musisi tersebutlah yang menjadi inspirasi bagi The Smoking Popes, terutama dalam cara bernyanyi. Pada awal pembentukannya, The Smoking Popes memiliki Matt Caterer sebagai gitaris, Josh Caterer sebagai pemain bass, dan Eli Caterer sebagai penabuh drum.

Ketertarikan Caterer bersaudara ini dalam membentuk The Smoking Popes adalah berkat paparan mereka terhadap skena punk rock di Amerika Serikat, yang ditandai dengan kehadiran Ramones. Sejak dari perkenalan ketiga bersaudara tersebut dengan Ramones dan punk rock, akhirnya The Smoking Popes mulai mengulik berbagai kelompok musisi lainnya yang bernafaskan punk rock, seperti Mel Tormé, Tom Waits, The Replacements, The Smiths, early AC/DC, The Cars, Dinosaur Jr, Hall & Oates, serta Liberace di tahun 1980-an.

10 tahun setelahnya, yakni pada tahun 1990, The Smoking Popes yang lebih dulu dikenal dengan nama Speedstick mulai serius mengenalkan permainan musiknya kepada khalayak yang lebih luas. Mereka berhasil mendapatkan kesempatan untuk tampil di atas panggung pertama kali di sebuah pesta remaja. Kala itu, The Smoking Popes muda mengakui bahwa mereka berhasil memainkan kurang lebih 10 lagu cover yang berasal dari genre punk rock. Kala itu juga tidak jarang Caterer bersaudara melakukan rotasi untuk masing-masing menemukan instrumen kesukaannya. Akhirnya pada tahun yang sama, Matt Caterer memutuskan untuk bermain bass dan mengajak Dave Martens untuk berperan sebagai pemain drum. Di masa awal pembentukan The Smoking Popes, Josh mulai menyukai genre musik rock yang lebih populer. Salah satu idolanya kala itu adalah Elvis Costello. Mengidolakan Elvis Costello membuat The Smoking Popes melakukan aransemen musik punk yang dibalut dengan formula musik pop. mereka pun lantas merekam 11 lagu sebagai demo. Salah satunya adalah lagu berjudul Brand New Hairstyle yang selalu jadi lagu teratas di repertoar The Smoking Popes pada setiap penampilannya.

Pergantian nama dari Speedstick menuju The Smoking Popes juga terbilang unik. Nama The Smoking Popes diambil dari kebiasaan merokok yang dilakukan oleh Josh dan Matt Caterer. Sedangkan kata Popes sendiri mengacu dari sebuah film berjudul The Pope of Greenwich Village. Di masa-masa ini juga Dave Martens mulai merasa adanya ketidak cocokan antara dirinya serta visi musik yang dianut oleh The Smoking Popes hingga akhirnya memilih untuk tidak mengikuti latihan secara rutin dan keluar dari band tersebut. Tidak mau ambil pusing, ketiga Caterer bersaudara tersebut akhirnya mengajak Mike Felumlee yang lebih dulu bermain di dalam sebuah band bernama Article One untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh drummer sebelumnya. 

Masuk ke tahun 1991, barulah karya-karya The Smoking Popes mulai dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas. Pasalnya mereka merilis sebuah mini album berjudul Inoculator  sebagai penanda kehadiran mereka di skena punk rock. EP yang dirilis di bawah naungan Radius Records tersebut berisi lima buah lagu dari 11 lagu yang pernah mereka rekam sebelumnya. Di tahun 1992, EP kedua dari The Smoking Popes berjudul Break Up pun rilis. Berkat mini album kedua tersebut, The Smoking Popes cukup berhasil mendominasi gelaran musik independen di kawasan Chicago, Amerika Serikat.

Percaya diri akan kemampuan mereka sebagai sebuah unit pop punk, The Smoking Popes pun memberanikan diri untuk ikut bagian dalam sebuah rekaman single split. Kala itu, The Smoking Popes berbagi piringan hitam berukuran 7 inci bersama Groovy Love Vibes. The Smoking Popes memainkan dan merekam ulang sebuah lagu dari Groovy Love Vibes yang berjudul Goodtime Music dan Groovy Love Vibes pun sebaliknya, merekam kembali lagu The Smoking Popes berjudul Leather and Lace. Berkat namanya yang cukup populer di kalangan skena punk rock Chicago, The Smoking Popes pun mendapatkan kesempatan untuk merilis album penuh perdana mereka. Kala itu, Ben Weasel yang dianggap sebagai seorang ikon pop punk dari Screeching Weasel merupakan penggemar dari karya-karya The Smoking Popes dan berkenan untuk membantu band idolanya tersebut merilis album penuh perdananya. Dibantu oleh Mass Giorgini dari Squirtgun, album penuh perdana dari The Smoking Popes berjudul Get Fired pun akhirnya berhasil dirilis.


Seusai rilisnya album perdana tersebut, The Smoking Popes juga masih aktif untuk ikut berkontribusi bagi skena yang menaunginya. Salah satunya adalah kontribusi The Smoking Popes untuk menjadi salah satu headline dari sebuah kompilasi album punk rock berjudul It's a Punk Thing... You Wouldn't Understand rilisan Shakefork Records.

0 COMMENTS