Tokyolite

Tokyolite Bicarakan Fenomena 'Ghosting' di Single 'Hantu'

  • By: NND
  • Senin, 5 August 2019
  • 379 Views
  • 8 Likes
  • 0 Shares

Kata “hantu” memang menyeramkan, terlebih jika sudah merasa “dihantui”. Namun percayalah, hantu kali ini cukup berbeda dari semua yang berbau paranormal. “Hantu” ini adalah single terbaru unit indie pop asal Bogor, Tokyolite yang dirilis pada 2 Agustus lalu.

Lagu terbaru yang ditulis oleh Stevan Arianto (vokal) ini bercerita tentang bagaimana jadinya dan apa rasanya berada dalam situasi yang dinamakan ghosting—saat seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, alasan, dan kejelasan. Stevan sendiri mengiyakan bahwa lagu ini merupakan hasil “penelusuran” kecil dari perbincangan dengan teman-temannya.

“Ya, ghosting sendiri kan lagi cukup in dibicarakan di kalangan muda-mudi sekarang, gue coba bikin sebuah lagu yang sekiranya bisa cukup berbicara tentang itu, dan kali ini gue mau nulis lagu dengan Bahasa Indonesia, setelah sebelumnya banyak lagu dengan lirik Bahasa Inggris. Karena, dengan Bahasa Indonesia, sebenarnya lebih menantang dan gak mudah membuat lirik yang terdengar mahal tapi tetap sederhana,” singgung sang penulis lagu.

Single “Hantu” adalah lagu pertama Tokyolite yang melibatkan seorang produser sekaligus yang pertama untuk sepenuhnya menggunakan Bahasa Indonesia. Tokyolite mengerahkan Heston Prasetyo, produser muda dan berpengalaman asal Jakarta yang telah bekerja bersama Nidji dan Pijar.

“Kami ingin mencoba menyempurnakan dan membuat karya yang lebih solid, setelah beberapa kali mengerjakan semuanya sendiri,” tutur Bintang Aditya selaku drummer.

“Alasan gue untuk ikut project ini, nomor satu adalah songwriting-nya. Pas gue denger demo-nya ‘Hantu’, nada dan liriknya adem dan bikin gue inget dengan lagu pop klasik indonesia yang gue suka. Selama menjalani prosesnya, gue mencoba untuk mengenal lebih dalam tentang Tokyolite yang background dan influence-nya berbeda satu dengan yang lainnya.

Tapi, disatukan dengan visi di mana kita ingin lagu ini lebih groovy, ditambah bumbu RnB, soul, dan sedikit ‘pedasnya’ rock di beat, sound dan produksi; dari situ terdengarlah artis seperti Tom Misch, John Mayer, dan bahkan early Maroon 5 yang jadi influence untuk trek ini,” jelas sang produser, Heston.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
106 views
superbuzz
134 views
superbuzz
522 views
superbuzz
116 views
superbuzz
180 views