Usai Lagu Hoobastank The Reason Viral di TikTok, Akan Ada Karya Baru?

Usai Lagu Hoobastank The Reason Viral di TikTok, Akan Ada Karya Baru?

  • By:
  • Kamis, 11 March 2021
  • 293 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Lagu milik Hoobastank The Reason mendadak kembali viral di bulan-bulan awal tahun 2021. Lagu lawas ini kembali ramai didengarkan atau digunakan di media sosial karena banyak digunakan oleh para pengguna aplikasi TikTok.

Lagu Hoobastank The Reason kembali viral setelah dijadikan latar untuk video bertagar #NotAPerfectPerson. Tagar itu sendiri merupakan bagian atau potongan dari lirik lagu Hoobastank The Reason.

Video-video tersebut berisi ungkapan kesalahan sampai momen memalukan yang pernah dialami para pengguna Tik Tok di masa lalu. Sesuai dengan lirik awal lagu Hoobastank The Reason, yakni "I'm not a perfect person. There's many things I wish I didn't do".

Saking viralnya lagu Hoobastank The Reason ini, kini sudah ada lebih dari 83 ribu video dengan tagar #NotAPerfectPerson dan mendapat lebih dari 500 juta views di Tik Tok. Hal ini menunjukkan kekuatan lagu bisa membawa sisi nostalgik bagi para pendengarnya sekaligus band itu sendiri.

Baca juga: Asal Usul Hoobastank yang Disebut sebagai Band dengan Nama Paling Jelek

Di tengah tren lagu Hoobastank The Reason yang sedang merebak, Hoobastank sendiri ikut meramaikan hits mereka belasan tahun lalu di TikTok. Dengan membuat akun di TikTok, Hoobastank mengakui bahwa mungkin nama band mereka bukanlah paling terhebat.

Tidak ketinggalan, grup musik asal California, Amerika Serikat itu ikut meramaikan dengan mengunggah video. "Menyadari 20 tahun kemudian bahwa kamu memberikan nama untuk band-mu Hoobastank," tulis mereka.

Merajut nostalgia sejenak, lagu Hoobastank The Reason merupakan rilisan tahun 2004 atau hampir 16 tahun yang lalu melalui Island Record. Lagu Hoobastank The Reason masuk sebagai nomor di dalam album kedua mereka yang rilis pada Desember 2003.

Begitu positif respons yang didapatkan dari lagu Hoobastank The Reason ini dibuktikan dengan bertenggernya mereka di Billboard Hot 100 selama 38 minggu. Lagu Hoobastank The Reason menduduki posisi tertinggi di nomor dua pada tangga lagu Billboard Hot 100 yaitu pada 18 Juni 2004.

Sukses dari lagu Hoobastank The Reason juga terlihat dari masuknya lagu ini ke dalam dua nominasi Grammy Awards 2005 sebagai Song of the Year dan Best Pop Performance by a Duo or Group with Vocals. Kesuksesan internasional dari lagu Hoobastank The Reason bisa dilihat dari berhasilnya lagu ini memuncaki tangga lagu di Italia dan masuk 10 besar di 10 negara.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Hoobastank ♾ (@hoobastank)

Lagu Hoobastank The Reason Viral di TikTok, Akan Ada Karya Baru dari Mereka?

Usai viralnya lagu tersebut, Doug Robb selaku vokalis dan gitaris mengungkapkan soal kemungkinan bakal bikin lagu baru. Ya, setelah viral kembali, Hoobastank nampaknya menemukan alasan untuk merilis kembali lagu, dan The Reason is TikTok.

Dalam wawancara bersama TMZ, Robb merefleksikan momen tak terduga di mana lagu Hoobastank The Reason menjadi soundtrack untuk begitu banyak momen kegagalan dalam hidup dalam kekurangan yang dimiliki oleh seseorang.

Semua kesuksesan viral ini lantas menghadirkan teka-teki, apakah Hoobastank akan merilis karya baru. Menjawab hal ini, Robb mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menjadi orang yang menghabiskan kesempatan ini sampai kelelahan, tapi dia masih ingin memanfaatkan sebaik mungkin.

Sejauh ini, mereka telah membuat beberapa rendisi #NotAPerfectPerson mereka sendiri di TikTok - yang semuanya lucu dan orisinal - tetapi kekhawatiran Doug tentang menyelam adalah fenomena yang dialami banyak artis yang lebih tua karena TikTok.

Faktanya adalah, generasi baru diperkenalkan ke musik musisi-musisi atau band lawas untuk pertama kalinya - seperti yang Fleetwood Mac alami baru-baru ini setelah lagu mereka viral karena digunakan oleh salah satu pengguna TikTok.

Kami enggak tahu, karena kami enggak pernah duduk bareng dan bilang, 'Kita harus bikin lagu baru'. Bukannya nggak pernah terlintas di pikiran kami, ya. Tapi biasanya kami cuma, 'Ayo bikin musik dan lihat bagaimana jadinya'," terang dia, kepada TMZ.

"Jadi, ya, (sekarang) emang ada banyak penggemar baru. Tapi ada unsur nostalgia yang kental di semua ini. Kebanyakan orang yang memberikan komentar dan menyukai video-video itu adalah pendengar setia kami," lanjut Robb.

Walau masih ragu bakal meluncurkan musik baru atau enggak di masa mendatang, sang frontman menyebut tren ini telah memberinya inspirasi. Namun, dia tidak mau terburu-buru dan cuma memanfaatkan momen viral yang ada.

"Bakal sulit buat menyeimbangkan antara memuaskan penggemar lama atau baru. Mari kita lihat aja. Ini cukup memberikanku inspirasi buat berpikir, 'Kita harus mulai mengeksplorasi ide-ide musik baru'," tambahnya.

Hoobastank sendiri pertama kali merilis album pada 1998 dengan tajuk They Sure Don't Make Basketball Shorts Like They Used To. Pada proses pembuatan album kedua mereka, Hoobastank mulai mengubah aliran musik dengan menanggalkan suara saxophone Jeremy Wasser. Akhirnya, mereka merilis album ketiga dengan nama band mereka 'Hoobastank' pada 2001.

Lantas, The Reason menjadi album ketiga yang memberi sukses besar kepada Hoobastank. Lagu Hoobastank The Reason adalah satu di antara yang meraih sukses komersil. Namun, The Reason juga seolah menjadi titik di mana Hoobastank mulai memudar. Karya-karya mereka selanjutnya tak ada yang bisa mengalahkan ketenaran dari album dan lagu The Reason.

Meski begitu, mereka tetap konsisten berkarya dengan melahirkan sejumlah album baru seperti Every Man for Himself (2006), Fornever (2009), Fight or Flight (2012). Nah, sejak album Fight of Flight ini, Hoobastank absen cukup lama menghasilkan karya baru. Baru di Maret 2018 atau hampir enam tahun lamanya Hoobastank merilis album baru atau album studio ketujuh mereka dengan tajuk Push Pull.

0 COMMENTS