Slipknot

Vokalis Slipknot Kritik Orang-orang yang Ogah Memakai Masker Saat Pandemi

  • By:
  • Rabu, 28 October 2020
  • 597 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Pukulan keras dihempaskan vokalis Slipknot, Corey Taylor, kepada orang-orang yang tidak mengindahkan anjuran penggunaan masker sebagai protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Komentar tersebut diberikan Taylor ketika hadir sebagai bintang tamu di podcast aktor dan komedian, Dean Delray, Let There Be Talk. Di acara itu, Taylor ditanyai tentang cara Las Vegas menangani pandemi.

Taylor memulai pembicaraannya dengan mengkritik wali kota Las Vegas yang tidak becus menangani pandemi. Dari sudut pandangnya, sang vokalis Slipknot menilai penangan harus dilakukan dengan serius.

Selain itu, penanganan pandemi dinilai Taylor semakin sulit karena ada banyak orang yang tidak mempedulikan pentingnya menggunakan masker di situasi seperti sekarang.

"Virus ini kembali menyebar karena wali kota kami adalah orang bodoh. Situasi ini akan sangat sulit, akan terus terjadi sampai semuanya hilang. Hal ini akan terus berlanjut sampai kita mendapatkan vaksin atau sesuatu yang bisa mencegahnya," ujar frontman Slipknot ini.

"Vegas, situasinya naik turun. Masih ada sekelompok orang bodoh yang tidak menggunakan masker di kasino. Orang-orang yang ada di sana, sangat menyebalkan bagi orang-orang yang memakai masker. Bagi saya, cukup hanya dengan mengatakan fuck you (sialan kau)," jelasnya.

Secara khusus, Taylor merasa bahwa orang-orang yang tidak menaati aturan penggunaan masker tidak hanya membahayakan dirinya sendiri melainkan juga orang lain di sekitarnya.

"Lebih baik berhati-hati, lebih baik menjadi pintar. Anda ingin berjalan-jalan tanpa memakai masker. Tapi, orang-orang ini yang sebenarnya mencoba bersikap preventif, mereka tidak bisa mengatakan apa-apa kepada Anda. Ini semua konyol, kawan."

"Itu omong kosong yang tidak dibicarakan orang-orang dan fakta bahwa beberapa orang hanya mengurusi urusan mereka sendiri. Mungkin jika kita semua hanya diam untuk hal-hal ini, mereka semua (yang tak memakai masker) akan menjadi tenang," tegas Taylor.

"Ini tentang menjaga orang-orang agar tetap aman, bukan hanya tentang Anda yang tidak mengetahui apa-apa. Apa yang salah dengan kalian?."

Keresahan Taylor akan orang-orang yang tidak mengindahkan penggunaan masker patut dipahami. Mengutip laporan dari southernnevadahealthdistrict.org, jumlah kasus positif virus COVID-19 di Las Vegas per 21 Oktober 2020 menyentuh angka lebih dari 56 ribu orang.

Bukan kali pertama itu sang vokalis Slipknot melontarkan kritik kepada mereka yang tidak memakai masker. Pada Agustus lalu, Taylor yang telah bersama Slipknot sejak 1997 meminta orang-orang untuk patuh dengan protokol kesehatan.

Dalam wawancaranya dengan Australia Triple M Rock, frontman Slipknot ini meminta para penggemarnya dan orang-orang untuk patuh memakai masker.

"Berhentilah merengek dan kenakan maskermu. Ini bukan insiden yang terisolasi. Negara saya dipenuhi dengan orang bodoh yang berpikir dari sudut pandang politik atau semacam sampah partisan," ujar sang vokalis Slipknot.

"Saya hanya berpikir, apakah Anda serius? Hanya karena tidak ada seseorang di dalam hidup Anda yang terinfeksi, bukan berarti virus ini tidak nyata," tegasnya.

Taylor menyindir orang-orang yang merasa risih ketika harus mengenakan masker saat berada di ruang publik. Sementara dirinya yang memang punya ciri khas memakai topeng saat manggung bersama Slipknot, tidak pernah merasa risih dengan kondisi tersebut.

"Saya pernah memakai topeng yang benar-benar menutupi wajah selama delapan jam ketika bersama Slipknot. Selama delapan jam dan tidak melepaskannya. Tapi, orang-orang sialan ini malah merengek karena memakai masker 10 menit di pusat perbelanjaan?."

Taylor dan Slipknot memang identik dengan topeng atau penutup wajah ketika tampil di atas panggung. Namun, urusan menutup wajah saat ini--dengan memakai masker untuk mencegah virus COVID-19--jelas punya maksud dan tujuan berbeda.

Berbicara tentang topeng atau penutup wajah, sosok yang menjadi inisiator menjadikan topeng sebagai ciri khas mereka adalah Shawn Crahan. Pada 1995, saat Slipknot bersiap melakukan penampilan panggung pertamanya yang bertepatan dengan perayaan Halloween, Crahan mengajak para personel Slipknot mengenakan topeng agar berbeda dari kebanyakan band metal lain di Des Moines.

Crahan mulai dikenal sebagai The Clown berkat topeng badut yang dikenakan. Thompson menggunakan topeng hockey, Gray menggunakan topeng babi, Jordison meminjam topeng putih plastik milik seorang kerabat, Jones mengenakan helm yang telah ditusuk-tusuk dengan paku berkarat, sedangkan Colsefni memplester tubuh dan wajahnya dengan perekat hitam.

Taylor sendiri baru bergabung dengan Slipknot pada 1997 ketika Slipknot mencari seorang vokalis untuk membuat musik mereka lebih berwarna. Masuknya Taylor membuat perubahan formasi di mana Colsefni menjadi backing vocal dan perkusi.

Ada satu waktu di mana para personel Slipknot tampil tanpa topeng mereka. Yakni saat sang bassist, Paul Grey, meninggal dunia pada 2010. Sebagai bentuk penghormatan kepada Gray, para personel Slipknot yang saat itu berjumlah 8 orang tampil tanpa topeng.

Lebih jauh tentang Slipknot, band metal ini telah mengalami pasang surut dalam perjalanan di industri musik. Mulai dari konflik internal, bongkar pasang personel, kontroversi, hingga persoalan pada tubuh sebuah band lainnya.

Dalam perjalanannya, Slipknot pernah dianugerahi penghargaan Grammy Award pada 2006 sebagai Best Metal Performance lewat single Before I Forget. Penghargaan itu menjadi trofi Grammy Award pertama yang diraih oleh Slipknot.

Berkarir sejak 1995, Slipknot telah melahirkan 6 album studio yang diawali album bertajuk Slipknot pada 1999, Iowa (2001), Vol. 3 The Subliminal Verses (2004), All Hope Is Gone (2008), 5: The Gray Chapter (2014), dan We Are Not Your Kind (2019).

0 COMMENTS