Vokalis The Ghost Inside Berjuang Lawan Trauma Pasca Kecelakaan

  • By: NTP
  • Senin, 26 February 2018
  • 1432 Views
  • 2 Likes
  • 10 Shares

Vokalis The Ghost Inside, Jonathan Vigil merasa masih sulit untuk menonton konser pasca kecelakaan mereka pada rangkaian tur 2015. Hingga kini, The Ghost Inside belum bisa tampil karena tiap personel masih bergulat dengan cedera masing-masing.

Pada 18 Februari lalu, Vigil menuliskan perasaannya saat menghadiri konser di akun Instagramnya.

Vigil menyatakan tidak merasa kesulitan secara fisik. Menurutnya sebagian besar area konser, staff, petugas keamanan, pemilik dan penonton sangat mengakomodasi difabel serta mereka yang tengah cedera.

“Rasanya sulit berada di konser. Rasanya sulit ketika kami bisa mencapai banyak hal. Saya mengakui sekarang saya jarang menonton konser sesering dulu, sesering yang saya inginkan dan butuhkan. Namun ada alasan di balik keputusan ini.”

“Rasanya getir dan menyakitkan berada di konser. Saya merasa dicurangi dan tak berguna saat melihat band tampil dan tahu bahwa kami juga mampu melakukannya. Saya menonton mereka tampil dengan rasa cemburu yang seharusnya tak saya rasakan, rasa yang tak kunjung hilang. Rasa ini menggerogoti diri saya.”

 

Being completely honest and transparent, going to shows is HARD. And I don’t mean hard in the physical sense because most venues, staff, security, patrons and show goers are very accommodating to handicapped or injured people. What I mean is it’s just hard... being here. It’s hard to know what we were and what we could be. I admit, I don’t go to shows as often as I should. As often as I want to. As often as I need to. But there’s a reason for it. —- It stings me. It hurts me. It’s bittersweet being here. I feel cheated. I feel wronged. I feel obsolete. Seeing a band play and knowing we had it. Knowing what we had. I had it. Watching a band play with a feeling of jealousy that I shouldn’t have but just can’t shake. It eats at me. I think to myself, “I did everything I could. I was that kid in the crowd singing along, aspiring to be up there. I worked hard and I did it. I got there. Like everyone else up there did. So how come they get to run around on stage when I won’t ever be able to run again? I can’t even walk on my own.” —- I’ve experienced loss before. Loss of innocence. Loss of youth. Loss of a loved one. But this loss is something I can’t seem to do anything to cope with. It’s a hole that won’t close. It’s like sitting around and watching a movie about your life, knowing how it’s going to play out and screaming for it to be different but you’re not the one with the mic anymore. No one can hear you. —- They’ll be lots of extremely kind sentiments, comments, wishes and thoughts on here. They always hit me and the words do help. The support is there absolutely, but it doesn’t end what I feel. That’s the honesty and transparency of this all. It’s like, would you go into something knowing the only outcome is heartbreak?

A post shared by Jonathan Vigil (@jonathanvigil) on

“Saya merasa telah berbuat semaksimal mungkin. Saya sama seperti penonton lainnya, seorang anak yang bernyanyi bersama dan ingin berada di atas panggung. Saya bekerja keras dan akhirnya mencapai titik itu, seperti semua musisi lain. Jadi mengapa mereka bisa berlarian di atas panggung sementara saya tidak bisa berlari lagi? Saya bahkan tidak bisa berjalan tanpa bantuan,” tulis Vigil.

Vokalis yang sempat merilis empat album bersama The Ghost Inside ini menggambarkan cederanya sebagai lubang yang tidak bisa ditutup. Vigil merasa tengah menonton film tentang dirinya tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubahnya.

“Banyak sekali ucapan, komentar, sentimen, doa dan kata-kata penyemangat di sini. Kata-kata itu selalu membantu saya. Dukungan untuk saya memang tak terbatas, tapi hal itu tidak bisa mengakhiri yang saya rasakan. Inilah perasaan saya sejujurnya. Apakah kamu akan menjalani sesuatu yang akan diakhiri patah hati?” pungkas Vigil.

0 COMMENTS

Info Terkait