Warped Tour 2018: Akhir dari ‘Sirkus’ Punk Rock Terbesar

  • By: NTP
  • Kamis, 25 January 2018
  • 4204 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Warped Tour, salah satu tur festival musik terbesar dan terawet di Amerika Serikat akan berakhir tahun ini. Festival yang sudah berlangsung sejak 1995 ini akan resmi menutup perjalanannya di ulang tahunnya yang ke 25, pada 2019 mendatang.

Festival ini digagas Kevin Lyman setelah ia bekerja dalam tim produksi Lollapalooza. Awalnya Warped diisi oleh berbagai band dalam spektrum alternatif, yang didominasi band berdarah punk (melodic hardcore, hardcore, street punk, third-wave ska).

 Setelah disponsori produsen sepatu skate Vans, festival ini dikenal sebagai rumah berjalan sound punk dan metal yang lebih populer, seperti pop punk atau metalcore. Spektrum ini diisi oleh band-band muda dan band tua bernama besar seperti Bad Religion, Anti-Flag, dan NOFX.

Saat diwawancara Billboard baru-baru ini, Lyman mengaku band-band muda Warped terbantu oleh Bad Religion dan NOFX. Mengutip Brett Gurewitz (gitaris Bad Religion), komunitas punk rock tetap terjaga di bawah panji Warped.

“Saya merasa saat itu komunitas punk rock di mana saya beranjak dewasa telah terkotak-kotak. Salah satu alasan saya menggelar Warped adalah untuk menyatukan komunitas kami,” ucap Lyman.

Walau sempat mengalami kerugian besar di tahun pertamanya, Warped mendapat suntikan dana dari Vans sebagai sponsor pada 1996. Hingga Warped Tour 2017, beberapa sponsor berbeda telah menyokong kehidupan Warped. Langkah ini dipandang miring oleh komunitas punk lantaran dianggap menabrak etos kemandirian dan anti-korporatisme.

“Semua hal ini harus dibayar dengan uang. Jika keberhasilan membesarkan manusia hingga ia berumur 20 tahun dianggap pencapaian hebat, maka menggerakkan tur seperti Warped Tour dengan berbagai elemennya selama dua dekade adalah prestasi luar biasa. Tidak ada cara selain melalui sponsor,” jelas Lyman.

Selama dua dekade, Warped Tour hanya meraih keuntungan tiket di gelaran tahun 2005. Di tahun ini kebetulan dua band paling ditunggu, My Chemical Romance dan Fall Out Boy, tengah berada di puncak popularitas mereka. Selain gelaran tahun 2005, festival ini biasanya ditopang oleh bantuan sponsor dan hasil penjualan pernak-pernik. Kesulitan ini semakin terasa tiga tahun belakangan, saat keuangan Warped hanya mencapai impas.

 “Saya menggelar festival ini karena kecintaan saya terhadap musik dan saya ingin mengenalkan banyak orang pada band-band baru, apapun anggapan orang (terhadap Warped). Tahun lalu (2017), keuangan kami tidak terlalu bagus, dan rasanya sulit karena saya berada di posisi untuk tetap membayar tagihan untuk terus menghidupi festival ini.”

“Jadi ini bukan soal keuntungan, kami tidak masalah hanya bisa impas. Kita harus bisa bergerak pintar di bisnis ini,” papar Lyman.

Festival ini berjasa memberi panggung dan melambungkan nama-nama seperti Blink-182, My Chemical Romance, Fall Out Boy, dan Paramore. Tur Warped telah mengekspos band-band ini pada jutaan penonton belia di Amerika Utara. Faktor ini menguatkan basis penggemar hingga mereka bisa setenar sekarang.

Menurut Lyman, sebaiknya band-band baru lebih giat melebarkan cakrawala mereka.

“Jangan mempersempit jangkauan kalian. Janganlah kalian menghapus kesempatan yang terbuka. Seringkali saya melihat band baru berkata, ‘Kami tidak mau tur bersama band ini’ atau ‘Kami tidak menyukai kancah musik itu’. Rangkullah band-band itu,” tutup Lyman.

0 COMMENTS