Wok The Rock: Konsep Netlabel dalam Yes No Wave Music

Wok The Rock: Konsep Netlabel dalam Yes No Wave Music

  • By:
  • Rabu, 3 March 2021
  • 331 Views
  • 1 Likes
  • 2 Shares

Seni merupakan hal yang cukup lekat dalam pribadi Wok The Rock. Lahir dengan nama Woto Wibowo, Wok The Rock dikenal sebagai seorang seniman, aktivis budaya, sekaligus pendiri record label non-profit, Yes No Wave Music, yang berasal dari Jogja. Ketertarikan terhadap seni ternyata sudah dirasakan oleh Wok The Rock semasa kecilnya. Wok The Rock mengakui bahwa sejak balita dirinya sudah mulai menggemari aktivitas menggambar. Semasa kecil, sang ayah merupakan sosok penting yang mengenalkan Wok The Rock terhadap kegiatan menggambar, meskipun saat itu sang seniman masih belum memahami apa itu seni. Di masa sekolah pun sang ayah kerap kali berbicara kepada guru seni Wok The Rock untuk memberi perhatian khusus kepada putranya tersebut. Wok The Rock mengakui bahwa sejak TK hingga SMP dirinya cukup mendapatkan atensi lebih dari guru mata pelajaran seni yang berdampak pada pola pikirnya dalam mengenal seni secara perlahan.

Wok The Rock pun mengungkapkan bahwa dirinya menikmati proses dari pengenalan seni sekaligus berkesenian sejak sekolah tersebut. Akhirnya, Wok The Rock pun menjadikan kegiatan berseni sebagai aktivitas utamanya dalam menjalani karier sekaligus sebagai wadah hobi. Di dalam rumah masa kecilnya, orang tua dari Wok The Rock sengaja mempersiapkan sebuah dinding selebar 4 meter yang dicat hitam seluruhnya. Wok The Rock pun dibekali kapur warna-warni untuk menggambar pada dinding hitam tersebut, sehingga masa kecil dari sang seniman memang lebih sering dihabiskan dengan menggambar.

Tidak hanya seni rupa saja yang dirinya kenal sejak kecil, Wok The Rock pun mulai menikmati karya-karya seni musik secara mendalam sejak kelas 3 SD. Kala itu, Wok The Rock kecil gemar sekali untuk mendengarkan soundtrack dari serial anime yang populer di Indonesia, seperti Voltus. Bahkan, setiap sang ayah ada keperluan ke luar kota, Wok The Rock kecil pun selalu berpesan kepada ayahnya agar membelikan kaset soundtrack anime sebagai buah tangan. Wok The Rock kecil pun juga menggemari lagu-lagu yang tersaji dari soundtrack film mandarin. Beranjak ke kelas 4 SD, Wok The Rock pun mulai mengenal musik-musik barat, seperti Duran-Duran dan juga Twisted Sisters.

Setelah lulus SMA, Wok The Rock pun melanjutkan studinya di jurusan Desain Grafis Institut Seni Indonesia. Sang seniman sendiri punya cerita menarik tentang mengapa dirinya memilih jurusan tersebut. Saat masih kelas 6 SD, Wok The Rock memiliki tetangga yang kala itu kuliah di jurusan Desain Grafis ISI dan sang kakak perempuan dari Woto Wibowo muda cukup naksir dengan tetangganya tersebut. Karena melihat punya ketertarikan seni, maka sering kali Wok The Rock kecil diikut sertakan agar suasana tambah cair. Di situ, Wok The Rock kecil mengetahui bahwa dengan kuliah di jurusan desain grafis, dirinya bisa mengasah kemampuannya untuk menjadi kreator dari artwork karya musik. Mengetahui potensi karier tersebut, Wok The Rock kecil pun mantap menjadikan jurusan desain grafis sebagai cita-citanya.

Kecintaannya terhadap musik yang sudah mengakar sejak lama tersebut akhirnya Wok The Rock olah menjadi sebuah inisiasi yang hadir dalam bentuk Yes No Wave Music di tahun 2007. Wok The Rock menganggap hadirnya Yes No Wave Music sebagai record label ini bukan didirikan untuk mendapatkan tempat dalam industri musik. Meskipun merupakan salah satu pelopor bagi perkembangan netlabel di Indonesia, Wok The Rock menggunakan Yes No Wave Music sebagai salah satu kendaraannya dalam mengembangkan kultur musik dan seni. Wok The Rock mengakui bahwa dirinya tidak begitu ambil pusing jika ada penurunan download rate dari musisi yang tergabung di Yes No Wave Music. Sebagai label non-profit, Wok The Rock merancang Yes No Wave Music sebagai pusat penyebaran karya musik secara digital. Penyebaran musik yang dilakukan oleh Wok The Rock melalui Yes No Wave Music dianggap sebagai sebuah misi dalam memperkenalkan budaya ke khalayak yang lebih luas. Untuk itu, jika karya-karya baru dan potensial telah dapat tersalurkan dengan baik kepada penikmat musik melalui ranah digital, di situ juga Yes No Wave Music telah menjalankan misinya.

Wok The Rock juga membebaskan cara konsumsi setiap orang yang mengunduh karya-karya musik dari Yes No Wave Music. Wok The Rock menganggap Yes No Wave Music sebagai sebuah galeri seni yang bebas untuk dinikmati oleh banyak orang dan mempersilakan setiap orang menikmati karya yang mereka sukai. Dalam menjalani peran Yes No Wave Music sebagai netlabel, Wok The Rock tidak hanya memposisikan label yang dirinya bentuk sekadar jadi distributor musik digital saja. Konsep netlabel yang diusung oleh Yes No Wave Music diselami secara dalam hingga aspek perkembangan teknologinya. Hingga saat ini, Wok The Rock masih mencoba untuk mencari solusi sekaligus membangun diskusi terkait bebasnya mengunduh musik secara digital yang rentan terhadap aksi pembajakan. Wok The Rock ingin untuk menemukan langkah yang baik agar para pelaku seni musik beserta penikmatnya tidak sama-sama merasa dirugikan dengan perkembangan teknologi internet yang semakin bebas dan mudah diakses.

Menurut Wok The Rock, posisi Yes No Wave Music sebagai salah satu pegiat netlabel harus memiliki kepekaan serta pergerakan yang dinamis dalam melihat dan mengikuti perkembangan teknologi yang berdampak pada penyebaran karya musik. Wok The Rock juga menyoroti bahwa hingga saat ini, konsep label yang diusungnya dalam Yes No Wave Music pun masih cukup relevan untuk digunakan. Pasalnya, tidak semua pelaku dunia seni memiliki gambaran atau strategi yang tepat dalam memasarkan karya mereka. Untuk itu, label hadir sebagai salah satu fasilitator dalam memberikan arahan terhadap perkembangan karier dari musisi itu sendiri.

Image courtesy of Musicmap Global

0 COMMENTS