WOODSTOCK: Diresmikan Jadi Tempat Bersejarah

  • By: NTP
  • Kamis, 15 June 2017
  • 2065 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Situs gelaran festival musik legendaris Woodstock di tahun 1969, The Bethel Woods Center for the Arts, kini resmi masuk dalam kategori tempat bersejarah. Dilansir dari Associated Press pada 7 Juni lalu, peresmian ini dilakukan oleh National Register of Historic Places.

Bethel Woods adalah sebuah peternakan saat sebanyak setengah juta penonton hadir di bagian utara New York. Kini, area Woodstock ini memuat kampus seluas 324 hektar, memuat sebuah museum, ampiteater berkapasitas 15 ribu kursi, galeri, dan konservatori seni, yang dibuka pada Juni 2008 setelah disuntik investasi sebesar US$100 juta.

[bacajuga]

Festival penanda generasi Flower Power ini telah berganti bentuk dan misi. Kini The Bethel Woods Center for the Arts ingin mendidik para pengunjungnya tentang dekade 60-an di AS, sebuah periode penuh goncangan dan perubahan sosial, sebelum ditutup dengan perayaan cinta dan kedamaian selama tiga hari di Woodstock ’69.

Dikategorikan ke dalam National Register of Historic Places, mengharuskan suatu tempat memenuhi beberapa kriteria, sebelum akhirnya diberikan keringanan pajak untuk pemugaran dan ditempatkan dalam posisi khusus untuk pemberian dana pelestarian serta proyek konstruksi bangunan Federal.

Sertifikasi yang diberikan National Register of Historic Places datang hampir bersamaan dengan ulang tahun ke-50 ajang Summer of Love. Gelaran akar rumput itu adalah pertemuan raksasa gerakan hippie di San Fransico, yang akhirnya memalingkan wajah masyarakat umum pada gerakan budaya tandingan (counter culture) 60-an. Gerakan ini sudah dimulai dua tahun sebelumnya di Woodstock.

Dua gerakan tersebut terinspirasi oleh Monterey Pop Festival yang digelar pada Juni 1967. Kesamaan ketiganya selain tema dan wacana adalah para penampil, yaitu Jimi Hendrix, The Who, The Grateful Dead, dan Jefferson Airplane.

Bersamaan dengan peresmiannya ke dalam National Register of Historic Places, The Bethel Center juga mengadakan pameran berjudul “Love For Sale”. Pameran ini bertema tentang komersialisasi budaya counter culture 60-an, yang sudah dimulai sejak riff pertama dimainkan di Woodstock.

“Kini, counter culture ada di berbagai penjuru, dan Madison Avenue sudah membuka diri pada slogan, motif, dan sikap gerakan kontrakultur untuk menjual mobil, minuman bersoda, fashion dan gaya hidup di Main Street,” tulis The Bethel Center.

 

0 COMMENTS

Info Terkait

supershow
520 views
supershow
1251 views
superbuzz
827 views
supericon
2131 views
superbuzz
6231 views