WORMROT: Punggawa Grindcore Singapura Serbu Glastonbury 2017

  • By: GP
  • Selasa, 27 June 2017
  • 4422 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Berbicara tentang festival musik raksasa berskala dunia, pastinya tersebut nama Glastonbury di Inggris, di antara nama-nama festival macam Coachella, Lollapalooza, dan sebagainya. Glastonbury tahun ini sendiri telah diselenggarakan pada 21 sampai 25 Juni kemarin, dengan headliner sebesar Radiohead, Foo Fighters, Liam Gallagher, Katy Perry, Ed Sheeran dll.

[bacajuga]

Namun ada satu nama kecil yang menyempil di jajaran pengisi Glastonbury 2017. Nama itu adalah Wormrot. Bagi penggemar musik ekstrem, nama Wormrot tentunya tak asing. Mereka adalah trio grindcore sangar asal Singapura yang kehebatannya telah diakui oleh dunia. Kini band yang berdiri sejak 2007 itu dinaungi oleh label musik cadas tersohor dari Inggris, Earache Records.

Band yang dihuni oleh Mohammad Arif Suhaimi (vokal), Mohammad Nurrasyid Juraimi (gitar), dan Vijesh Ashok Ghariwala (drum) ini diundang ke Glastonbury 2017 untuk tampil di showcase milik Earache Records. Wormrot pun turut mencetak rekor, selain menjadi band Singapura pertama, juga sebagai salah satu band extreme metal pertama yang tampil di festival tersebut. Selain Wormrot, rekan selabel mereka sekaligus pionir grindcore, Napalm Death, turut tampil walaupun di panggung yang lebih besar.  

Wormrot tampil pada Jumat (23/6) waktu setempat di panggung showcase milik Earache Records yang berbentuk seperti kereta. Mereka beraksi membawakan sekitar 30 lagu selama 45 menit.

“Tempatnya penuh sesak. Tidak ada tempat tersisa dan kami bahkan belum sempat menjalani latihan sebelumnya,” ungkap Arif kepada The Straits Times.

“Rasanya luar biasa. Penontonnya menggila saat kami tampil,” sahut Vijesh.  

Tak hanya di hari Jumat, keesokannya pun mereka masih tampil melibas panggung Glastonbury. “Penampilan pada Jumat malam hanya pemanasan bagi kami,” ujar Vijesh. 

Tonton cuplikan penampilan Wormrot di Glastonbury 2017 di bawah ini:

0 COMMENTS