Yesterday

‘Yesterday’, Ketika The Beatles Tidak Pernah Eksis dalam Sejarah

  • By: NND
  • Kamis, 4 July 2019
  • 414 Views
  • 4 Likes
  • 1 Shares

Buat beberapa dari kalian yang mengaku para pecinta The Fab Four, tentunya kalian sudah dengar tentang film Yesterday; sebuah film yang bercerita tentang bagaimana jadinya jika suatu hari seutuh dunia kita kehilangan—secara harafiah—karya, keberadaan, efek, dan apapun itu tentang the Beatles. Ya, bayangkan jika suatu hari anda terbangung dan semua orang seperti tidak pernah mengalami gejolak The Beatles dan histeria Beatlemania; intinya, eksistensi the Beatles itu hilang mendadak.

Kurang lebih, begitulah plotline utama yang dijadikan sebagai benang merah dari film ini.; menarik memang, namun jangan senang dulu. Sebelum lanjut membaca, perlu diingat bahwa tulisan ini akan berisikan sedikit spoiler dari film tersebut, maka dari itu: spoiler alert.

Di dalam Yesterday, kita dihidangkan dengan kehidupan seorang Jack (Himesh Patel), musisi yang tengah memperjuangkan musiknya dengan tampil di gigs-gigs kecil di tempat kopi dan pinggiran jalan. Suatu hari, seisi bumi mati lampu selama 12 detik, dan disaat itu juga ia disambar bus. Tersadar di sebuah rumah sakit; Ellie, sang manajer, sahabat kecil, dan yang juga merupakan love interest-nya dalam film ini, terjaga di sebelahnya. Dari pembicaraan singkatnya dengan Ellie itulah ia tersadar bahwa Ellie seakan-akan tidak tahu sama sekali apa itu the Beatles. Meraih gawainya, ia terkejut bahwa tidak ada keywords "the Beatles" sama sekali dalam Google. Sadarlah dia bahwa seisi bumi seakan terhapus memorinya dari the Beatles, dan hanya dia yang mengingat mereka.

Berawal dari sinilah kisah tersebut dimulai, di mana seorang musisi mulai menyanyikan ulang lagu-lagu apik dari Lennon cs. yang dianggap "tidak pernah ada" oleh seisi bumi.

Sejujurnya, orisinalitas ide dan konsep yang dimukakan merupakan sebuah aspek yang segar—ini ide yang baru dan konsep yang menarik untuk dibahas sebagai sebuah film. Namun, layaknya ide dan konsep yang ambisius seperti ini, resikonya pun juga tinggi, semua tergantung dengan eksekusi, dan di situlah masalahnya.

Hilangnya eksistensi the Beatles dari muka bumi itu tidak bisa terbayangkan, namun untuk terus bisa membuat para penonton terkesima, konsep yang unik ini harus dikemas sedetail mungkin, harus bisa dibayang-bayangkan. Mengapa? Karena sebegitunya pengaruh the Beatles itu sendiri. Lucu rasanya, mengambil pendekatan "hilangnya the Beatles" dari sejarah bumi, hanya untuk mengerecutkan pada sebuah titik kecil di dalamnya. Seharusnya, skalanya lebih global—lebih masif. Bukannya the Beatles adalah awalan bagi banyak hal di muka bumi? Berapa banyak yang hadir karenanya? Mengemasnya dalam tingkatan serupa seakan mengolok konsep awal yang didirikan oleh film ini; di sanalah luka terbesar Yesterday.

Dengan konsep yang menyatakan bahwa The Beatles "hilang", yang pada dasarnya merupakan sebuah gagasan besar yang cukup seru, Yesterday justru "hilang" arah dan tersesat dalam hutan buatannya sendiri. Berbekal hal besar, tentu film ini harus dapat menggambarkan implikasinya secara besar juga, dan bahkan, secara ekstrim sekalipun. Sayangnya, pencampuran pendekatan rom-com (romantic comedy), yang sebenarnya pun tidak terlalu bermasalah jika diterapkan, terlalu memakan ruang yang banyak dalam film ini. Terlalu banyak, bahkan, hingga mengikis detil-detil dari ide dan konsep yang justru telah membopong film ini hingga dinanti-nanti.

Tidak hanya itu, pemilihan katalog yang tidak utuh juga kerap naik panggung dan membuat geram para pecinta garis keras dari The Beatles itu sendiri. Mungkin memang permasalahan subjektivitas, pembagian era-era pop dan eksperimental dari The Beatles terasa tidak seimbang diangkat ke dalam film. Memang Fab Four memeliki banyak album fenomenal dan berpengaruh, namun tentunya katalog bisa lebih diperluas, agar dapat mewakilkan keutuhan yang lebih aman, yang masih terletak di dalam ambang batas.

Namun perlu diketahui, bahwa mungkin salah satu penyebab utamanya justru adalah pamor. Bukan pamor dari The Beatles, namun dari orang-orang di belakang film ini. Contoh sang sutradara; Danny Boyle, ia tentulah bukan lagi nama yang asing (Trainspotting, Slumdog Millionaire), dan mungkin saja namanya telah menjadi pemberi harapan palsu untuk Yesterday. Saat sehatnya dimatangkan ulang, atau bahkan dihentikan penggarapannya, ia tetaplah dirilis—dirilis secara terpaksa. Alhasil? Kurang bisa menampar penonton.

Mengutip ucapan Kyle Smith, seorang penulis pada National Review; ia menyatakan bahwa, "(Yesterday) Adalah sebuah film yang memiliki banyak sekali hasil-hasil yang tidak nyaman, yang justru muncul dari tempat ia menempatkan posisinya. Sebagaimana adanya, Yesterday terasa seperti "draft awal" yang jebol ke layar lebar hanya karena track record dari orang-orang yang menggarapanya". Ada benarnya, mungkin; karena jujur saja, Yesterday merupakan sebuah film yang mengecewakan, apa lagi untuk seorang Danny Boyle.

Meski begitu, di tengah seluruh kekurangan ini, masih ada beberapa adegan yang memperlihatkan titik terangnya. Contohlah adegan saat Jack menyanyikan lagu "Yesterday" kepada teman-temannya; dari sana, sebenarnya terlihat jelas bagaimana lagu-lagu ini dapat dikemas menjadi sebuah aspek yang manis dalam penggarapan film dengan konsep serupa. Atau saat kali pertama Jack merasa ada yang aneh dari orang-orang, dan menyadari bahwa the Beatles "tidak pernah ada". Semua itu memiliki daya tariknya sendiri karena uniknya ide yang digagas. Sangat disayangkan, mereka kurang bisa menggali semuanya secara utuh.

Di saat Yesterday berhasil meruntukan barisan resep yang brilian, ia kurang mampu memasaknya; banyak bumbu yang tidak masuk ke dalam panci, banyak yang terlalu lama digoreng hingga gosong, banyak juga yang masih mentah namun sudah dihidangkan—seperti itulah rasanya menonton film ini. Namun buat kalian yang penasaran, tonton saja, hiraukan ulasan ini dan nilai sendiri. Toh yang pasti, kita tetap akan ikut menyenandungkan lagu-lagu milik The Fab Four di bioskop.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
198 views
supernoize
871 views
superbuzz
360 views
superbuzz
10687 views