YNGWIE MALMSTEEN: Kisah Yngwie Malmsteen di Tanah Air

  • By: OGP
  • Jumat, 21 April 2017
  • 13373 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Di era penghujung 80-an hingga menuju 90-an, semua insan musik tanah air tentu mengenal dekat sosok virtuoso bernama Yngwie Malmsteen. Ya, tak dapat dipungkiri kalau hampir segala mayoritas gitaris rock Indonesia di kala itu begitu mengagumi pria bernama asli Lars Johan Yngve Lannerback itu.

Gitaris berkebangsaan Swedia itu dikenal publik luas lewat permainan bergaya neo-classical ala heavy metal yang menghipnotis nan nyaris sempurna. Maka tak heran dirinya sempat mendapati julukan prestisius sebagai salah satu dewa gitar di jagat musik rock pada eranya.

[bacajuga]

Ia seolah menjadi fenomena di antara jajaran solois heavy metal lainnya yang tengah gencar di seantero nusantara saat itu. Di balik kepiawaiannya dalam mengulik instrumen gitar, Malmsteen juga mengidolakan pendekar gitar lainnya seperti Ritchie Blackmore hingga Jimi Hendrix.

Diakuinya, memang pengaruh Blackmore dan Deep Purple begitu kentara di dalam teknik mengolah gitarnya tersebut. Maka sedari masih remaja ia pun bertekad untuk bisa menjadi seorang gitaris selayaknya sang pujaan.

Kiprah bermusik Malmsteen di bumi pertiwi pun tak sembarangan. Lewat kelihaiannya mengolah dan memainkan dawai gitar Fender Stratocaster andalannya itu, ia kerap kali dianggap bak pahlawan gitar oleh pemujanya yang juga rata-rata adalah pemegang instrumen gitar.

Perlu diingat, di era akhir 80-an hingga memasuki 90-an adalah puncak kejayaan dari musik heavy metal di nusantara. Di kala itu bermunculan festival musik tahunan cadas yang digagas oleh Log Zhelebour selaku promotor spesialis musik rock. Para peserta yang ikut berpartisipasi pun tak jarang yang ‘menjiplak’ gaya teknik bermain shredding dan melodius andalan Yngwie Malmsteen.

Mundur ke beberapa dekade belakangan, sekadar mengingatkan kembali memoar agar tak luput dari ingatan. Figur eksentrik itu ternyata sempat melawat ke dataran Indonesia di tahun 1990 silam. Saat itu pengusaha sekaligus seniman Setiawan Djody memboyong dirinya untuk tampil memamerkan skill bergitar dan mempromosikan album Eclipse (1990) di dua kota berbeda, yakni Solo dan Surabaya.

Stadion Manahan Solo jadi saksi penting melihat sang kesatria gitar unjuk gigi memainkan senjata kesayangannya tersebut. Ia sukses jadi bintang sehari saat menggelar pertunjukan di Kota Solo. Para penonton dibuat terpukau oleh skill yang ia pertontonkan.

Namun sayang, hal itu lantas tak diikuti oleh pertunjukkan di kota selanjutnya. Lantaran Malmsteen tak bisa menampilkan performanya secara utuh di Surabaya dikarenakan cuaca yang sedang tak bersahabat. Hujan deras mengguyur areal sekitaran Stadion Tambaksari. Terpaksa panitia segera menghentikan pertunjukkan di tengah-tengah acara dan mengembalikan sebagian uang tiket kepada penonton keesokan harinya.

Enam tahun berselang Yngwie kembali mengunjungi tanah Indonesia, tepatnya di tahun 1996. Saat itu ia tak lagi sedang menggelar konser dengan panggung megah, misi kedatangan keduanya kali ini adalah dalam rangkaian memberikan klinik gitar di Hard Rock Café Sarinah Jakarta. Saat itu Malmsteen mengajari secara cuma-cuma ilmu gitar yang dimilikinya, didampingi Lilo Romulo dari KLa Project. Meski demikian, tak banyak khalayak yang mengetahui ihwal kedatangan dirinya ke Ibukota. Namun Malmsteen tetap antusias dalam memberikan ‘les privat’ bergitar kepada awam.

Untuk mengobati kembali rasa rindu kepada sang dewa gitar, dengan bangga Original Production dan SuperMusic.ID menggelar sebuah event akbar bertajuk Generation Axe: A Night Of Guitars Asia Tour 2017. Acara bakal dimeriahkan oleh lima gitaris terbaik sekaligus di seantero dunia. Antara lain Yngwie Malmsteen, Steve Vai, Nuno Bettencourt, Zakk Wylde, dan Tosin Abasi. 

Bertempat di Gedung Ecovention di Ecopark, Ancol, Jakarta. Pertunjukkan akan dimulai pada pukul 19.30 WIB hingga selesai. Nah, buat kamu yang penasaran dengan aksi solo penuh skill dari sang maestro gitar, maka tak ada salahnya untuk datang berkunjung ke event Generation Axe. Well, jangan sampai ketinggalan ya guys! Rock’ On!

 

0 COMMENTS