All Tomorrow’s Parties: Festival Musik dengan Kurator Unik

  • By: GP
  • Selasa, 24 October 2017
  • 1314 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Apa jadinya jika deretan musisi pengisi sebuah festival musik ditentukan oleh pilihan musisi tertentu? Sebuah konsep yang unik, bukan? Konsep tersebut pernah berlangsung selama bertahun-tahun dalam wadah bernama All Tomorrow’s Parties.

Adalah Barry Hogan, seorang geek musik yang memprakarsai festival musik yang namanya diambil dari judul lagu The Velvet Underground ini. Hogan menyebut All Tomorrow’s Parties seperti ‘mixtape yang istimewa’. Awalnya festival ini adalah acara tanpa sponsor di mana para musisi pengisi acara dan penonton dapat berinteraksi lebih dekat. Hogan ingin acara ini  berbeda dari festival raksasa kebanyakan, ia ingin tetap intim, ramah penonton, dan tanpa intervensi korporat besar.

Untuk urusan musik, inilah salah satu keistimewaan All Tomorrow’s Parties. Jajaran band pengisi dikurasi oleh musisi/seniman yang terpilih. Dari Sonic Youth, Yeah Yeah Yeahs, Pavement, Nick Cave, Mike Patton, My Bloody Valentine, hingga sutradara ternama Jim Jarmusch dan kreator The Simpsons, Matt Groening pernah menjadi kurator All Tomorrow’s Parties.

All Tomorrow’s Parties sendiri digelar di Inggris dan Amerika Serikat sebagai festival musik yang berdiri sendiri, walau kadang juga pernah menjadi bagian dari festival lain seperti Pitchfork Music Festival dan Primavera Sound.   

Namun sayang, festival unik ini tak berjalan hingga kini. Pada tahun 2012, pihak penyelenggara All Tomorrow’s Parties mengalami kerugian karena didera hutang besar. All Tomorrow’s Parties pun tak ada lagi, untuk sementara ini. Patut disayangkan.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
878 views
superbuzz
2772 views
superbuzz
1137 views
superbuzz
6636 views
superbuzz
3926 views