BEKASI BAWAH TANAH 13: Festival Distorsi Maksimum di Kota Patriot

  • By: GP
  • Senin, 3 April 2017
  • 4606 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Terik matahari membakar Tambun, Bekasi, Sabtu (1/4) kemarin. Namun para metalhead tak gentar akan panasnya cuaca dan tetap berbondong-bondong menuju Stadion Tambun untuk menghadiri BEKASI BAWAH TANAH 13. Deretan band-band metal tercadas papan atas Indonesia siap menggempur panggung hari itu.

Kejutan terjadi saat band pertama naik panggung. Ternyata band yang ditunjuk sebagai band pembuka Bekasi Bawah Tanah 13 adalah Burgerkill. Sontak para penonton segera merapat ke bibir panggung. “Under The Scars” lalu berkumandang. Tanpa komando, para begundal pun melancarkan aksi moshing hingga sing along. Disusul “Penjara Batin” dan ”Shadow of Sorrow”. Di penampilannya yang singkat itu, Vicky dkk juga membawakan “Air Mata Api”, sebuah nomor klasik dari Iwan Fals.

Usai Burgerkill, giliran band-band lokal Bekasi unjuk taring. Mereka adalah  Earthshaker, Final Terror, Santera, Syahdat, Radungga, dan Inner Beauty. Semuanya sukses mengemban gelar local heroes.

Saat matahari mulai ramah menuju ke ufuk barat, unit grindcore NOXA tampil buas dengan membawakan lagu-lagu macam “Sinetron Sucks”, “Potential Zero”, dan “Tanah Air Beta”. Sang vokalis, Tony C. Pangemanan, juga tampil menghibur dengan celetukannya menyentil penonton serta Kota Bekasi.

Menjelang Maghrib, hujan deras seketika mengguyur venue. Hujan tersebut kemudian membuat lapangan venue menjadi penuh genangan air dan lumpur. Namun ternyata tak menyiutkan nyali para penonton Bekasi Bawah Tanah 13 untuk tetap bersenang-senang. Kubangan lumpur tak mereka pedulikan. The show must go on!

Menjelang malam, dua band metal beda generasi asal Bandung, Revenge The Fate dan Jasad, memanaskan kembali panggung yang sempat kena terpaan hujan. Disambung oleh Hellcrust yang memimpin Balamaut malam itu bersenang-senang. Dari “Ideologi Jalanan” Hingga “Bingkai Bangkai” digelontorkan oleh Hellcrust. Semakin malam semakin brutal.

Tiba di penghujung acara Bekasi Bawah Tanah 13, Deadsquad menutup acara dengan beringas. Nomor-nomor seperti “Pragmatis SIntetis”, “Patriot Moral Prematur”, “Pasukan Mati”, “Horror Vision” dan “Tyranation” dimainkan dengan buas. Malam itu Deadsquad tampil dengan drummer dan dua bassis pengganti, yakni drummer Akbar dari Revenge dan bassis Agung eks Killing Me Inside yang tak kalah brutalnya, serta si ‘anak hilang’ Bonny Sidharta, mantan bassis Deadsquad, yang turut mengisi di beberapa lagu. Ketiganya masih bersifat additional.  

Sebelum membawakan “Hiperbola Dogma Monoteis”, vokalis Daniel Mardhany mempersembahkan lagu tersebut untuk Andyan Gorust, drummer jagoan yang belum lama ini mundur dari Deadsquad dan memilih fokus ke Hellcrust. Deadsquad lalu menutup penampilan dengan “Manufaktur Replika Baptis” dan disambut oleh penampakan moshpit yang brutal.  

Lihat foto-foto Bekasi Bawah Tanah 13 selengkapnya di sini

0 COMMENTS

Info Terkait

supershow
4644 views