Bloodstock Open Air: Festival Metal Independen Terbesar Britania Raya

  • By: NTP
  • Senin, 23 October 2017
  • 2339 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Bloodstock Open Air adalah festival metal independen ruang terbuka dengan jumlah pengunjung terbesar di Britania Raya sejak 2006. Tadinya, Bloodstock Open Air adalah festival indoor yang dilangsungkan di Derby Assembly Rooms, dari 2001 hingga 2006.

Seiring bertambahnya jumlah penonton, Bloodstock dipindahkan ke ruang terbuka di Walton on Trent, Derbyshire. Pada periode 2001-2006, rata-rata pengunjung Bloodstock menyentuh 700 orang dan sekarang festival ini dikunjungi kurang lebih 15.000 orang.

Bloodstock Festival digagas oleh seniman Paul Gregory dan Vince Brotheridge. Namun sejak keduanya berpisah jalan pada 2006, Gregory merekrut kedua anaknya, Vicky Hungerford, Rachael Greenfield dan Adam Gregory.

Terhitung sejak 2007, Bloodstock memiliki tiga panggung utama yaitu Hobgoblin New Blood Stage (tadinya bernama The Unsigned Stage), Sophie Lancaster Stage (tadinya bernama The Lava Stage), dan Ronnie James Dio Stage (tadinya bernama Main Stage). Masing-masing panggung memiliki fungsi tersendiri, Hobgoblin New Blood Stage sebagai ajang bagi band-band baru, Sophie Lancaster Stage menyuguhkan penampilan DJ set The 4 DJs Of The Apocalypse hingga dini hari dan Ronnie James Dio Stage sebagai panggung penampil utama.

Bloodstock Open Air tahun ini yang digelar pada 10 hingga 13 Agustus akan menghadirkan nama-nama besar di kancah metal dunia. Lini penampil festival ini melingkupi berbagai band dan genre, dari Amon Amarth, Blind Guardian, Testament, Whitechapel, Ghost, Kreator, Hatebreed, Municipal Waste, Megadeth, Arch Enemy, Brujeria, Obituary, Inquisition hingga Wintersun.

Selain jajaran band yang variatif, lingkungan Bloodstock juga dikenal ramah keluarga. Atmosfer ini tidak bisa didapatkan di sembarang festival, lantaran butuh waktu lama dan konsistensi untuk menumbuhkan suasana kekeluargaan.

“Saya pikir hal ini tidak bisa dipaksakan. Ini adalah sesuatu yang hanya bisa dicapai seiring berjalannya waktu. Kita tidak bisa tiba-tiba menggelar festival yang memiliki rasa serupa Bloodstock, rasa itu hanya bisa berkembang dari bawah. Kunjungan konsisten dari para penggemar berarti kami sudah berhasil membangun suatu hubungan khusus; intinya, kita sudah saling mengenal satu sama lain,” ujar Gregory.

0 COMMENTS