CTM 2020

CTM Festival 2020 Berlin, Festival Elektronik Dunia Hadirkan Musisi Indonesia

  • By: NTP
  • Senin, 23 December 2019
  • 819 Views
  • 5 Likes
  • 6 Shares

Festival kancah elektronik eksperimental paling disegani di Eropa, CTM Festival, Berlin baru-baru menambah beberapa nama baru, Afrodeutsche, Sherelle dan sekelompok vanguard asal Indonesia, Gabber Modus Operandi bersama Wahono dan kru asal Uganda, Nakibembe Xylophone Troupe.

Gabber Modus Operandi adalah sensasi baru di kancah musik lokal, beranggotakan duo Ican Harem dan Kasimyn. Berasal dari Bali, Gabber Modus Operandi mengusung musik gabber dengan tema kearifan lokal dan bebunyian nusantara. Sedangkan Wahono adalah produser dan musisi elektronik asal Jakarta yang tergabung di label Divisi62 dan grup kontemporer Uwalmassa.  

Mereka akan berbagi panggung bersama tambahan lineup baru seperti Cera Khin, DJ Firmeza, Jessica Ekomane, KG, Lyra Pramuk, Nene H & Ensemble Basiani dan Valesuchi. Formasi ini akan menguatkan lini pertama berisi AYA (fka LOFT), Deathprod, Giant Swan, Akua, Aquarian, Bbymutha, Dis Fig, Hildur Guðnadóttir, Robert Henke dan VTSS.

CTM mendatang akan digelar di beberapa venue kota Berlin seperti HAU Hebbel am Ufer, Berghain, Kunstquartier Bethanien, Festsaal Kreuzberg, dan SchwuZ. Sementara, beberapa pertunjukan spesial akan digelar di Radialsystem V dan immersive listening series dilangsungkan di Betonhalle, Silent Green.

Bertema Liminal, melalui situs resmi CTM, mereka menyatakan bahwa gelaran ini diharapkan memantik diskusi kritis tentang masa kini dan masa depan yang mungkin terjadi.

CTM Festival di Berlin (sumber foto)

“Sudah lama musik menjadi situs negosiasi dari pengalaman menembus batas dan aksi-aksi trangresif. Liminalitas adalah karakter dari banyak praktik kebudayaan, spiritual, sosial serta ritual yang berhubungan dengan musik. Inilah dasar dari perlawanan atas norma dan identitas.

Di saat yang sama, liminalitas adalah zona kontak dengan yang “liyan”, Ketaksadaran dan perubahan dari suatu Keberadaan. Apakah liminalitas dapat digunakan untuk bereksperimen? Mampukah kita menapaki liminalitas untuk menggodok dan membangun cara-cara baru hidup bersama yang liyan?

Dari gagasan tersebut, CTM 2020 akan menggali potensi politik eksperimental di ruang-ruang liminal yang saat ini, sayangnya, harus tetap berlangsung tanpa utopia yang nyata,” papar CTM.

CTM Festival Berlin dikenal sebagai gelaran seni eksperimental tahunan berdurasi  sepuluh hari yang menampilkan kultur musik global yang terbuka, berjejaring dan kolaboratif. Selain seni dalam definisi konvensional, CTM juga menggelar inisiatif riset kolaboratif, co-commissions dan berbagai format lain yang kerap berubah.

Festival berumur 20 tahun ini dikenal luas karena kerap menggabungkan konten artistik kontemporer yang menantang dan experience klab dengan program diskursus mendalam. Tiket CTM Festival sudah dapat dibeli di sini.

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Sipppp

Info Terkait

superbuzz
17 views
superbuzz
143 views
superbuzz
133 views
supericon
39 views