Jakarta Blues International Festival 2019

Main-Main ke Jakarta Blues International Festival 2019 (Hari Kedua)

  • By: NND
  • Selasa, 10 December 2019
  • 1078 Views
  • 5 Likes
  • 4 Shares

Minggu, 11 Desember 2019, Tennis Indoor Senayan, GBK, Jakarta Pusat melanjutkan keseruan hari sebelumnya dengan gelaran Jakarta Blues International Festival 2019 (JBIF 19) hari Kedua. Enggan banyak membuang waktu, satu jam setelah gerbang acara dibuka, tepatnya pada pukul 16.00, Voxa langsung merebus semangat dengan nomor-nomor rock gahar gubahan mereka melalui panggung Iconic Stage. Diselipkan pula bumbu blues ke dalam beberapa solo gitarnya yang seraya menggaris bawahi musik akar tersebut sebagai tema yang diangkat.

Sama seperti sebelumnya, Crossroad Stage juga langsung menghadirkan sederet bakat-bakat segar yang terlibat dalam One-Minute Blues Challenge (OMBC), lomba jamming secara daring yang sudah digelar semenjak tanggal 15 September lalu. Melacak keseruannya lainnya, kita kembali lagi ke Iconic Stage. Voxa yang turun panggung langsung disusul oleh Edwin Marshall Project (EMP)—gitaris yang terkenal melalui aksi-aksinya bersama grup Cokelat. Dalam proyek solonya ini, Edwin membawakan lagu-lagunya sendiri yang jatuh dalam halaman rock dengan warna yang lebih 90-an di dalamnya.

Setelah penampilan dua nama “galak” di Iconic Stage, acara harus rehat sejenak untuk menyikapi Adzan Maghrib. Meski begitu, semakin malam akan semakin seru pula. Terbukti, pintu Vintage Stage yang baru dibuka langsung mengundang desak pengunjung yang hendak masuk. Terang saja, The Calling akan segera pentas, dan kali ini mereka tidak injak rem seperti hari pertama (akustik set). Alex dan band-nya tampil utuh dan maksimal. Dalam set tersebut, penonton dihibur dengan nomor-nomor klasik milik The Calling, macam “Adrienne” dan “Wherever You Will Go” yang disambut meriah.

The Calling

Sebelum lagu terakhir dimainkan, gemuruh kecil terdengar dari luar. Ternyata, Satria & The Monster kembali. Tidak lagi main di panggung intim Crossover Stage, mereka bak menjajah Iconic Stage dan tampil megah. Alunan blues menyayat hari yang sudah gelap, kentalnya melodi-melodi giar membuat suasana menjadi hangat. Adapula penampilan Joey Lennon yang mampu “menculik” mereka yang ada di Crossover Stage ke era-era 60-an dengan komposisi lawas dan cover-cover lagu Beatles. John Lennon seperti hidup lagi di JBIF 2019.

Sehabis Joey Lennon, giliran Zigi Zaga yang naik ke atas panggung—memberikan warna berbeda di dalam gelaran JBIF 2019. Penonton yang baru beres menyimak The Calling pun tersangkut melihat aksi gila mereka. Lagu “I Got a Feeling” dari album debut mereka menjadi penutup yang panas, membuat semua menjadi lebih bersemangat. Menemui Eka Annash yang tampil full sebagai vokalis malam itu, Supermusic sempat mewawancarainya.

Zigi Zaga

“Yang ngomong yang tua!” ungkapnya saat ditanyakan adanya stigma musik blues itu musik tua. “Enggaklah! Blues tuh akan meregenerasi terus, akan terus ngebakar generasi baru—anak kecil yang baru belajar gitar denger Hendrix, Muddy Waters gitu-gitu pasti akan kon*k juga nggak kebatas ke umurnya.” Ia juga membocorkan bahwa di tahun 2020 akan ada rilisan split-single baru yang siap meluncur dari Zigi Zaga, namun siapa-siapanya masih dirahasiakan.

Malam hari itu, nampak lagi keramaian yang mulai bergegas masuk ke dalam Vintage Stage. Banyak yang penasaran dengan set “intim” oleh legenda Ken Hensley (eks-Uriah Heep). Ya, di gelaran JBIF 2019 hari ke-2, Ken meluncurkan set solo yang menampilkan betul apa rasanya saat ia tengah menulis lagu. Set miliknya itu seperti mesin waktu, membawa semua yang menyimak ke era-era emas Uriah Heep dengan lagu-lagu seperti “Lady in Black”, atau dibuat terpana dengan lagunya sendiri macam “I Close My Eyes.”

Ken Hensley

Setelah menelah habis ramua-ramuan magis Ken Hensley, kita menapak keluar menuju Iconic Stage. MC acara tengah mengumumkan bahwa salah satu ujung tombak blues Indonesia era sekarang akan segera tampil di atas panggung itu. Siapa lagi, selain Gugun Blues Shelter (GBS)! Seberapa blues penampilannya sudah tidak perlu ditanya lagi—permainan gitar Gugun menjadi sensasi dengan sendirinya, mencuri perhatian pengunjung dengan lagu-lagu andalan. Set penuh ragam menjadi asupan semua; lagu-lagu yang injak rem, seperti “When I See You Again,” ataupun yang ngebut bak “Set My Soul On Fire,” GBS membawakan semuanya dengan performa tinggi.

Gugun Blues Shelter

Usai set-nya, kamipun berkesempatan mewawancarainya. Ditanyakan seputar lineup yang digiring oleh JBIF 2019, ia angkat bicara, “Kalau Paul Gilbert, album terakhirnya nge-blues! Untungnya, dari penampil lokal juga banyak banget yang main blues.”

Tak lama dari aksi GBS, Bumblefoot hadir kembali ke Vintage Stage dengan energi maksimal. Berbekal topi koboi dikepala, serta double neck ikoniknya, Jemari Ron “Bumblefoot” menggilla menggilas neck gitar dengan kecepatan dan flow yang sedap. Belum lagi kala ia memainkan neck fretless dari gitar andalannya itu.

Bumblefoot

Crossover Stage juga masih memiliki keseruannya sendiri. Ada Jaya Blues Band—band reguler Jaya Pub yang melegenda—yang membawakan musik blues siap-dansa. Disusul pula oleh aksi Electric Cadillac yang menawan untuk menutup dan mengemas Crossover Stage JBIF 2019.

Kembali ke Iconic Stage, Sudah waktunya untuk Blues Libre—grup blues lengkap milik Indonesia yang berisikan musisi lintas umur—untuk tampil dan melanjutkan semangat GBS. Namun, ada yang spesial di keutuhan set Blues Libre. Mereka turut serta menggaet dua musisi blues internasional yang handal. Shun Kikuta dan Mingo dari Spanyol diajak bermain bersama, dan menjadi aksi memorable. Persatuan melalui blues!

Hari yang semakin larut menandakan puncak acara sudah di ujung mata. Sebelum Blues Libre menutup aksi mereka, Area indoor Vintage Stage sudah dipenuhi para penonton, mereka rela menunggu di dalam. Jelas rasanya, Paul Gilbert sebagai headliner akan segera tampil full-band.

Paul Gilbert

Paul Gilbert

Ketika eks-gitaris Mr. Big itu hadir, penonton yang antusias tak dapat lagi menampung soraknya. Langsung pula ia setir nuansa dengan permainan gitar intens yang sesekali menggila. Lagu-lagu dari album terbarunya, serta beberapa lagu ikonik Mr. Big menjadi spektakel tak terlupakan. Namun, sebagai penutup, Paul punya kejuta. Tanpa disangka, naik pula Bumblefoot ke atas panggung.

Paul menutup aksinya dengan sesi blues jamming bersama Bumblefoot, “saling adu” kebolehan  dari dua musisi handal itu membuat semua orang takjub. Lagu-lagu timeless seperti “Come Together” milik the Beatles, dan “Rock n’ Roll” karya Zeppelin ditunjuk menjadi hidangan penutup, mengemas rangkaian secara acara JBIF 2019 secara gagah!

Sampai bertemu di JBIF berikutnya, dan ingat, keep the blues alive and kickin’!

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Heavybouest