no art hotel

Festival No Art Hotel Bikin Party Ala Social Distancing di Kamar Hotel

  • By: NND
  • Senin, 8 June 2020
  • 1897 Views
  • 3 Likes
  • 1 Shares

Kolektif No Art asal Belanda yang digagas oleh duo DJ house/tech house ANOTR, hadir dengan alternatif segar dalam kancah event musik era karantina, nih. Mereka menggabungkan festival musik, seni, dan fine dining ke dalam aturan main social distancing.

Adalah No Art Hotel, sebuah festival yang nantinya digelar di A’DAM Toren, atau Sir Adam Hotel di Amsterdam, Belanda pada tanggal 20 Juni 2020. Sejauh ini, kolektif No Art belum mengumumkan siapa saja musisi yang ikut masuk ke dalam lineup-nya.

Berlangsung selama 24 jam, gelaran ini akan menyediakan kamar hotel sebagai akomodasi untuk setiap pengunjung agar mematuhi aturan social distancing terkait pandemi. Programnya? Live music, DJ set, suguhan seni berkualitas, dan tentunya, makan malam mewah yang sudah dijadwalkan selama tiga jam.

Nantinya, gelaran No Art Hotel akan menyediakan berbagai macam pengalaman bagi setiap pengunjung, yang dibagi dalam kelompok 30 orang, sebelum kembali ke kamar hotel yang maksimal diisi oleh empat orang. Setiap kamar hotel dilengkapi dengan soundsystem mutakhir dan sebuah Smart TV yang terhubung langsung dengan siaran livestream dari The Loft di A’DAM’s--tempat para musisi bermain--serta dengan kamar-kamar lainnya, via Zoom. Intinya, party di kamar masing-masing!

Para pengunjung tidak diizinkan untuk meninggalkan kamar hotel masing-masing ketika memasuki tahap akhir festival ini. Atas itu, sebuah bar berjalan akan menyusuri venue-nya, menyuguhkan makanan dan minuman agar pesta bisa tetap berjalan dengan baik.

Uniknya, penjualan tiket dibuka dengan sistem lottery, pre-registration juga sudah bisa diakses via laman resmi mereka, www.noarthotel.com. Mengutip Mixmag, beberapa pendapatan dari diselenggarakannya festival ini akan disumbangkan kepada Palang Merah Belanda.

Bikin festival di hotel, dengan musik yang disiarkan livestream ke kamar-kamarnya, merupakan ide yang menarik, nih! Kira-kira, kalau festival serupa di gelar di Indonesia, mumpuni nggak, ya? Menurut kalian gimana?

0 COMMENTS