Live Evil Festival: Kebangkitan Metal Bawah Tanah

  • By: NTP
  • Rabu, 1 November 2017
  • 1628 Views
  • 2 Likes
  • 7 Shares

Live Evil adalah festival metal yang digagas dari kurasi Gylve ‘Fenriz’ Nagell (drummer Darkthrone) untuk blog Band of the Week miliknya. Sejak akhir 2000-an, kurasi tersebut secara tidak langsung menetapkan standar tertentu untuk band-band metal bawah tanah global.

Pada tahun 2010, Mark Lewis and Marek Steven menggelar Live Evil di Pokey Underworld, London selama dua hari tiga malam untuk menggelar panggung bagi band-band seleksi Fenriz. Panggung perdana Live Evil diisi oleh band-band ‘true metal’ yang memainkan black, death, doom serta persilangan antara punk dan metal. Live Evil 2010 juga merupakan panggung kedua Ghost, grup bertopeng yang kini menjadi band metal papan atas dunia.

Sejak saat itu para penampil Live Evil seperti In Solitude, Vampire dan Morbus Chron yang tadinya hanya dikenal kalangan bawah tanah, kini menjadi perhatian metalheads global. Kejelian Mark, Marek dan Fenriz sebagai kurator adalah suguhan khusus yang hanya bisa didapatkan di Live Evil.

Pada tahun 2016, Live Evil pindah ke The Dome, di Tufnell Park dan menampilkan deretan penampil terkuat selama festival ini digelar. Area yang membesar juga diisi oleh band-band ‘langka’ seperti raja doom metal, Pentagram, unit black metal asal Italia, Mortuary Drape, juga band punk legendaris, Chaos UK, serta bakat baru doom metal asal Jerman, Atlantean Kodex.

Kejelian Live Evil memadukan para penampilnya adalah elemen yang kian berkurang di tengah semakin membesarnya musik metal sebagai industri. Festival ini juga jeli melihat peluang dengan menggelar panggung serupa di Jerman yang bertajuk ‘Live Evil Berlin’ pada Mei 2016. Festival tersebut diisi beberapa penampil yang sama, juga beberapa variasi seperti Manilla Road, Bulldozer dan Degial.

Walau direspon positif, tak selamanya festival tanpa sponsor seperti Live Evil bisa konsisten digelar tanpa sandungan finansial. Live Evil dalam skala besar tidak digelar tahun ini, tapi para penyelenggara mengumumkan mereka akan menghelat festival ini pada 2018 mendatang.

“Kami sudah mencoba menggelar Live Evil London versi kecil tahun ini untuk tetap menghibur kalian selagi kami mencoba kembali menghelatnya tahun depan. Namun proses booking kami tidak berjalan lancar dan area (The Dome) sudah disewa acara lain yang lebih besar. Walhasil, Live Evil akan vakum di tahun 2017, dan kami akan mencoba menggelarnya tahun depan, hal yang sama terjadi tahun 2012. Kehidupan pribadi kami sangat menyibukkan dan banyak sekali persaingan festival di luar sana, jadi kami harap kalian semua bisa bersabar,” tulis Live Evil.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
3440 views