ravepasar

Ravepasar, Festival Multi-Perspektif Pulau Dewata

  • By: NND
  • Rabu, 18 December 2019
  • 1600 Views
  • 7 Likes
  • 5 Shares

“Festival” telah menjadi salah satu moda pertunjukan yang marak kita jumpai di beberapa tahun terakhir ini. Industri kreatif, yang kini lebih inklusif, mendorong minat khalayak luas untuk menghadiri gelaran yang lebih beragam.

Sejalan dengan perkembangan, Ravepasar sebuah festival berbasis swadaya yang diinisiasi secara kolaboratif oleh sederet kolektif lintas bidang; mulai dari musik, seni, fesyen, hingga literasi hadir di Pulau Dewata.

Mengutip siaran pers yang diterima Supermusic, Ravepasar disajikan dengan pendekatan multi-perspektif. Spotlight dibidik ke berbagai bidang para penggerak kolektif yang terlibat. Format ini menjanjikan sebuah festival yang kaya. 

Festival ini juga terbilang lahir atas dasar laju perkembangan kesenian kontemporer di Indonesia. Merespon budaya kontemporer yang sudah semakain matang menjalar di negara ini, yakni club music.

Adapula dorongan yang bermuara dari menjamurnya industri pariwisata Bali. Alih-alih meningkatkan daya jual, penerapannya justru membatasi ruang gerak seniman dan pelaku kreatif yang hendak menghadirkan karya dan visi mereka.

Semuanya menjadi pondasi kokoh gelaran Ravepasar—festival yang akan membuka pintunya selama 12 jam penuh pada tanggal 10 Januari 2020 di “sebuah gudang” yang terletak di kawasan Pantai Seseh, Bali.

Keberagaman multi-perspektif disalurkan melalui sejumlah program yang sudah disiapkan. Festival Ravepasar akan menggelar diskusi terbuka, workshop dan lokakarya yang dimeriahkan pula oleh sajian seni pertunjukan, konser live, dan tentunya, DJ set. Semuanya akan melibatkan lebih dari 20 penampil dan seniman lintas kota di Indonesia.

Dalam pemberitaan lineup fase pertamanya, dijaring nama-nama macam Gabber Modus Operandi featuring YLVA, Raja Kirik, Krowbar, Jaga Jaga featuring Wayan Subandi, Rollfast, Advark, dan Cocainslim yang mengisi halaman penampil live dan DJ set. Adapula Morgue Vanguard, Wok the Rock, Marlowe Bandem, dan Rudolf Dethu yang digaet sebagai pembicara dalam sesi diskusinya.

Informasi lengkap terkait lineup, lokasi acara, tiket, serta lainnya tersedia di laman resmi mereka di ravepasar.com. Pantau juga media sosialnya melalui #ravepasar.

Proyek yang bertujuan untuk memperkuat jaringan, memberikan perhatian kritis pada konteks lokal, serta sebagai wadah kegiatan alternatif yang dikelola secara mandiri, ia juga berlaku sebagai benetuk “pendokumentasian progresivitias kegiatan seni di Bali.”

Bagi yang berdomisili di Bali, pastikan untuk hadir. Untuk kalian yang di luar Bali, inilah alasan tepat untuk sejenak berlibur!

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Gabber Modus Operandi was accidentally founded by DJ / producer Kasimyn and artist-fashion designer Ican Harem following their fad staging at an underground punk concert in Denpasar, Bali. Their experimentation began with a healthy obsession for the energy and intensity of jathilan, gabber, dangdut koplo, ebeg dance, funkot, Chicago footwork, grindcore, noise and especially estranged community party in the small cities in Indonesia. Their debut LP ‘PUXXXIMAXX’ released for digital free download on Yes No Wave Music, followed with ‘HOXXXYA’ by Shanghai’s finest SVBKVLT in 2019. _ Don’t miss their #RAVEPASAR live performance with YLVA on 10 January 2020, get your tickets now at bit.ly/RavepasarTickets

A post shared by ORBITWARE (@orbitware) on

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Edannnn