SYNCHRONIZE FESTIVAL 2017: Suguhkan Jajaran Musisi Indonesia Lintas Genre

  • By: NTP
  • Kamis, 8 June 2017
  • 2718 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Synchronize Festival dipastikan kembali digelar selama tiga hari, pada 6, 7 dan 8 Oktober mendatang. Gelaran ini dilaksanakan di Gambir Expo, Kemayoran, sama seperti saat digelar tahun lalu. Mengedepankan band dan musisi lokal, Synchronize Festival kali ini juga menghadirkan lima panggung dengan ratusan penampil.

Daftar band dan musisi lokal yang akan mengisi panggung Synchronize Festival tahun ini cukup beragam. Jajaran nama yang telah dipastikan tampil adalah gelombang pertama dari tiga kali pengumuman.

Nama-nama tersebut dimulai dari musisi folk legendaris Ebiet G. Ade, Gugun Blues Shelter, Tony Q Rastafara, Pee Wee Gaskins, Naif, Barasuara, The Sigit, Koil,  The Trees and The Wild, Tohpati Bertiga, Payung Teduh, Indische Party, Silampukau, Monkey To Millionaire, Danilla, Sisitipsi, Dom 65, Barefood, Jogja Hiphop Foundation, Soloensis, Rollfast, Navicula, Ramayana Soul, Jason Ranti, Prison of Blues, dan Underground Bizniz Club.

Untuk harga tiket, dibagi menjadi empat kategori. Untuk tiket presale terusan tiga hari dibanderol seharga Rp 200 ribu, tetapi dijual selama periode 7 sampai 21 Juni 2017. Sedangkan untuk harga normal, tiket terusan tiga hari sebesar Rp 345 ribu. Untuk harian dibanderol seharga Rp 190 ribu, dan early entry (sebelum pukul 3 sore) seharga Rp 135 ribu.

“Tahun ini masih sama spirit dan konsep yang akan dijalankan di Synchronize Fest 2017. Dari sisi program ada nama-nama yang cukup berbeda dengan tahun lalu. Dari sisi tampilan, tahun ini kita beda dan coba kita rapikan,” jelas David Karto selaku perwakilan Demajors, dalam jumpa pers di bilangan Cilandak, pada Rabu (7/6).

David juga menyampaikan bahwa Jimi Multhazam, vokalis Morfem dan The Upstairs, telah ditunjuk sebagai Art Director Synchronize Festival.

Menurut penuturan Muhammad Riza selaku Technical Director Synchronize Festival, gelaran ini mencoba menawarkan penampil yang variatif pada para hadirin. Selain arahan tersebut, Riza juga menggarisbawahi penguatan ekosistem industri musik lokal sebagai tujuan dari Synchronize Festival.

“Kita memang punya talenta yang luar biasa, cuma mungkin belum dikenal. Dalam lima tahun mungkin kita akan bisa lihat impact dari ekosistem yang diciptakan Synchronize Festival,” papar Riza.

Sementara bagi penonton, Kiki Aulia selaku Program Director menyatakan ingin mengenalkan berbagai jenis musik ke masyarakat umum, dan menghadirkan penampil terbaik. Pria yang akrab disapa Ucup ini juga menyatakan bahwa Synchronize Festival mencoba memfasilitasi apa saja yang dicari penonton, selain berlaku sebagai ekspansi audiens bagi band-band yang tampil,

“Tiga hal: nostalgia, performance, dan eksplorasi. Kami coba mengembangkan dari tiga itu, semoga bisa jadi hal positif dan menyenangkan buat pengunjung Synchronize Fest,” pungkas Ucup.

0 COMMENTS